Berbasis di Yogyakarta, Ravacana Films merupakan kelompok yang terbentuk sejak 2015. Ravacana Films lahir atas asas kolektif oleh beberapa orang yang memiliki visi yang sama untuk menggali potensi kolektif di bidang perfilman. Hingga kini, Ravacana Films telah memproduksi berbagai karya audio visual yang meliputi film pendek, serial film, dan iklan.

 

WORKS

ACTIVITIES

POSTS

PMR: Saling-Silang Pengalaman

Program Magang Ravacana awalnya diinisiasi karena adanya permintaan beberapa mahasiswa yang datang pada Ravacana Films melalui surel. Tahun 2017 secara resmi menjadi kali pertama dibukanya PMR dengan satu peserta dari Universitas Gadjah Mada, Karisa Saraswati. Pada...

Mulan: Kegagalan Adaptasi yang Berulang

Ketika kaisar Tiongkok mengeluarkan dekrit bahwa satu pria dari setiap keluarga wajib bergabung dalam tentara kekaisaran untuk mempertahankan negara dari serangan bangsa Hun, Hua Mulan, putri tertua dari seorang pejuang terhormat, memutuskan menggantikan ayahnya yang...

I’m Thinking of Ending Things: Menikmati Perjalanan Penuh Ketidakpastian

Bosan, itulah kesan pertama yang timbul selama empat puluh menit menonton I’m Thinking of Ending Things. Film arahan Charlie Kaufman ini menyuguhkan mayoritas adegannya di dalam mobil berisikan Lucy dan Jake yang sedang dalam perjalanan ke rumah orang tua Jake. Adegan...

The Recorder Exam: Pahitnya Kejujuran Realitas

Tak ada yang pernah mengira sebuah ujian recorder di sekolah dapat menumpahkan perasaan kesal, marah, sedih, frustrasi, hingga kecewa—terlebih bagi seorang anak kecil berusia sembilan tahun. The Recorder Exam (2011) yang disutradarai oleh Kim Bora dengan subtil...

Doctor Sleep: 40 Tahun Kemudian

Doctor Sleep yang dirilis pada 2019 merupakan film sekuel The Shining (1980) yang menceritakan kehidupan Danny Torrance (diperankan oleh Ewan McGregor) setelah keluar dari Hotel Overlook pada tahun 1980, tempat ia dan keluarganya mengasingkan diri. Film yang...

Once Upon a Time in Hollywood: Bagaimana Jika?

Film kesembilan karya sutradara Quentin Tarantino, Once Upon a Time in Hollywood (2010), menceritakan perjuangan Rick Dalton (diperankan oleh Leonardi diCaprio), seorang selebritas televisi dan film, dan Cliff Booth (diperankan oleh Brad Pitt). Film yang berlatar...

A Copy of My Mind: Di Balik Kerasnya Kehidupan Ibu Kota

Dirilis pada 2015, A Copy of My Mind arahan Joko Anwar menawarkan kesederhanaan yang hangat dan dekat. Kesan kesederhanaan ini disuguhkan dari sudut pandang masyarakat kelas bawah yang berjalan di bawah bayang-bayang para penguasa di atasnya. Tak cukup dengan itu,...

Nerve: Ketika Permainan Menjadi Penentu Segalanya

Nerve (2016) merupakan karya kolaborasi sutradara Henry Joost dan Ariel Schulman, sutradara, penulis, dan aktor Amerika Serikat. Schulman dan Joost mendirikan rumah produksi bernama Supermache yang telah banyak memproduksi film-film seperti  Catfish, Paranormal...

DreadOut: Adaptasi yang Menegangkan dan Menyenangkan

Sekumpulan anak SMA ingin mencari popularitas di sosial media dengan cara mendatangi apartemen angker dan merekam kegiatan mereka di sana; begitulah gambaran singkat DreadOut (2019). Film arahan Kimo Stamboel ini merupakan adaptasi permainan daring berjudul sama...

Close-Up: Kecintaan yang Menghidupkan

Setiap orang yang mengikuti bagaimana gerak tumbuh perfilman Iran pasti familiar dengan Abbas Kiarostami. Melalui film-filmnya –The Wind will Carry Us (1999), Taste of Cherry (1997), Certified Copy (2010)– ia mengenalkan khasanah film Iran pada dunia. Beberapa...

TEAM