Setengah Hari Kurang Sedikit_Poster

Jakarta, 3 Agustus 2019 – Salah satu film pendek produksi Ravacana Films tahun ini, Setengah Hari Kurang Sedikit (2019), yang ditulis dan disutradarai oleh Vanis menyabet 1st Winner dalam Gramedia Short Film Festival 2019. Gramedia Short Film Festival kali ini mengusung tema “Yang Berharga di Antara Kita”.

Setengah Hari Kurang Sedikit (2019) ditetapkan sebagai 1st Winner di Gramedia Short Film Festival oleh dewan juri yang terdiri dari Sapardi Djoko Damono, Maman Suherman, Pritagita Arianegara, Yosef Adityo, Perdana Kartawiyudha, dan Dion Sagirang setelah bersaing dengan lebih dari 600 peserta dari seluruh Indonesia melalui 3 tahap penjurian. Kemenangan ini menjadi kemenangan perdana bagi Setengah Hari Kurang Sedikit (2019) sekaligus debut Vanis sebagai penulis naskah. “Saya ingin berterima kasih pada Sapardi Djoko Damono sebagai penulis dari buku “Perihal Gendis” yang karya yang saya respons ketika menulis Setengah Hari Kurang Sedikit. Selain itu, saya turut berterima kasih pada Ravacana Films serta kawan-kawan yang masih percaya bahwa ide dan pemikiran dapat disampaikan dalam medium apapun.”

Selain Vanis sebagai penulis dan sutradara, Setengah Hari Kurang Sedikit (2019) digarap oleh Elena Rosmeisara sebagai produser. “Kebanggaan tersendiri untuk saya, karena ini menjadi pengalaman pertama Vanis mendapatkan penghargaan tertinggi di ajang kompetisi film. Kemenangan ini menjadi alat pukul semangat kami yang mengharuskan membuat karya lebih baik dan lebih baik lagi.”, tutur Elena.

Setengah Hari Kurang Sedikit (2019) bertutur tentang tokoh Gendis yang diperankan oleh Dyah Novi A. sedang membersihkan rumahnya sambil ditemani oleh tamu yang setiap hari datang, namun tetap ia nantikan. Ia banyak menemukan barang-barang pemberian para tamu tersebut hingga akhirnya mereka pulang, dan Gendis tetap berkawan dengan ketiadaan. “Saya memaknai Gendis sebagai seorang perempuan yang sedang terombang-ambing dalam kubangan ketidakpastian. Pekerjaannya adalah menunggu dan menunggu, ingin lepas namun tak bisa, ingin pergi namun selalu terhenti. Ia mengisi kekosongan dalam hidupnya dengan bercengkrama dengan apapun yang ada di sekitarnya. Saya mencoba memaknai kekosongan tersebut dengan cara saya, yang sedikit banyak beririsan dengan diri saya sendiri.”

Dalam prosesnya, Vanis merespons sebuah buku puisi berjudul Perihal Gendis karya Sapardi Djoko Damono. “Mendapati bahwa saya mendapatkan kesempatan untuk merespons buku beliau adalah sebuah kehormatan. Di samping karena adanya kedekatan dengan karya-karya Sapardi Djoko Damono, saya merasa akan menjadi sebuah tantangan yang besar untuk merespons sebuah tulisan indah tentang roman (yang sangat jauh dari persona saya) dari salah satu sastrawan hebat yang dimiliki Indonesia saat ini.” Dalam mevisualisasikan Perihal Gendis, Vanis melihat mengalihmediakan karya adalah tentang kompromi. “Saya yakin bahwa mengalihmediakan sebuah karya adalah tentang bagaimana seorang seniman dapat menginterpretasikan dengan bebas tentang karya tersebut, dan kebebasan tidak seharusnya terpepat oleh batasan apapun. Saya berusaha memasukkan elemen-elemen penting dalam buku tersebut dalam karya saya, tanpa menciderai makna dari hal tersebut.”

Setelah mengikuti Gramedia Short Film Festival, Setengah Hari Kurang Sedikit (2019) akan didistribusikan secara umum oleh Ravacana Films. “Film ini akan menjadi motivasi kami untuk melahirkan karya yang jujur, kuat dan percaya diri.”, ujar Elena. Sebagai sutradara, Vanis berharap bahwa ide bisa ditelurkan dalam medium apapun. “Semoga kawan-kawan yang membaca bukunya dapat secara bebas merespons karya tersebut dalam ruang imajinasi yang sangat luas dan Setengah Hari Kurang Sedikit dapat dinikmati oleh kawan-kawan yang lebih luas.”, tambah Vanis.

ditulis oleh: Natasha Kuswanto

17 Agustus 2019

Vanis

Sutradara film Setengah Hari Kurang Sedikit (2019)